MASJID DAN KEMERDEKAAN
Masjid dan Kemerdekaan Kemarin, tanggal 17 Agustus adalah hari ulang tahun kemerdekaan negeri tercintaku, INDONESIA. Tentu bagi sebagian kalangan di hari itu wajib mengikuti upacara bendera untuk mengenang serta jasa pahlawan untuk kemerdekaan negeri ini. Itu bagus jika di barengi juga niatan tulus untuk memintakan ampunan mereka. Tidak sekedar upacara tanpa makna dan selfi-selfi setelahnya. Jika demikian maka Yasin dan Tahlil lebih di butuhkan dari para syuhada’ kemerdekaan itu. Saya tidak bisa ikut upacara, bukan karena tidak cinta dengan negeri ini, karena bagiku NKRI harga mati, itu tidak diragukan lagi. Tidak usah kau ragukan kecintaan ini, karena “cintaku dalam imanku”. Tetapi sebagai seniman khat, ada tugas penting yang di tuntaskan pada hari itu. Tugas penting itu adalah, menyelesaikan pendekorasian masjid Baiturrohman, lebih faliarnya masjidnya Prof Patoni Direktur Pasca sarjana IAIN Tulungagung (maaf prof, numpang terkenal..... heheheheh). Karena beruntung sekali d...