Mengenang sang Guru Mulia bagian 4

Di pondok Ngunut saya termasuk salah satu santri yang gemar menulis khat (kaligrafi) bersama kang Tamami Hm, Maskur, Buyamin, bersama guru kaligrafi ternama di pondok itu yakni Ustadz Fauzan dari Nganjuk....sebenarnya tulisanku tidak sehebat temen2 khatat yang lain, tetapi karena oleh temen sekelas "menganggap" tulisanku rapi maka aku tergerak untuk diajak mendalami khat pada guru Ustadz Fauzan di PP Riyadlatul 'Uqul Dsn Bandungsari, Ds. Bandung Kecamatan Gringging Nganjuk. Waktu itu menjelang puasa, jadi kami "pasan kaligrafi" bukan kitab Ada anak tiga yang berangkat, saya kang Mundzir dari Sumberejo Kulon dan kang Mas'ud dari Blitar... Sebelum berangkat kami berpamitan dulu kepada Hadratus Syeikh, karena kecilnya nyali kami tidak berani sowan resmi di dalem, tetapi kami bertiga menunggu di masjid selepas sholat ashar berjamaah, kemudian setelah beliau selesai wiridan dan beranjak pergi ke dalem sesegera kami menghadangnya untuk berciuman tangan, seraya saya matur :" Nyuwun izin ugi pangestunipun yi, niki bade pasan teng Nganjuk".tanpa saya menjelaskan bahwa pasan kali ini adalah pasan kaligrafi) tapi tiba-tiba beliau dawuh (yang sampai sekarang dawuh itu masih terngiang2 di telinga meski telah berlangsung puluhan tahun) : " Lho bade blajar kaligrafi to?"Kami semua terpana, tidak bisa menjawab apa2 kecuali kata : "nggih" tanpa balik bertanya : kok ngertos? karena kami tahu bahwa itu suul adzab sekali. Lama setelah kami berfikir siapa yang memberitahu Hadratus Syeikh kok sampai beliau mengerti tujuan kami?. kami hanya meraba2 jawaban atas pertanyaan itu, tetapi kami yakin karena beliau adalah orang yang bersih hatinya, punya bashiroh yang sangat baik, tentu apapun bukan mustahil untuk mendapatkan informasi dari Allah swt, Sangat membanggakan menjadi santri beliau, dengan barokah beliau saya sekeluarga bisa "tercukupi" dengan kaligrafi, ini barokah yang luar biasa bagi kami sekeluarga. semoga barokah ini akan di petik sampai nanti di akhirat, dan semoga kami masih diakui menjadi santri beliau dunia dan akhirat, inilah catatanku sebagai santri kecil yang biasa dan tidak menonjol seperti temen lainya untuk mengenang Sang Guru Besar. Ayo santri Ngunut yang lain, mana catatanmu. 3 hari Menjelang Haul

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku adalah Penulis

Mengenang Guru Mulia bagian 3