Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Membangun kemandirian warga Nahdliyin di kecamatan Ngunut

Gambar
  N gunut itu adalah kecamatan yang berada di 12 km sebelah selatan kota Tulungagung. Kota kecil ini terkenal dengan banyak tempat karena warganya yang kreatif dalam membuat berbagai hal. Jika anda berkunjung kesini maka akan banyak di jumpai home industry yang membuat berbagai hal mulai dari kelengkapan peralatan dapur, rumah maupun kendaraan. Banyak pasokan perdagangan di Surabaya yang ternyata buatan orang Ngunut kemudian dilabeli oleh mereka maka seakan-akan produk mereka.   Ini potensi luar biasa yang dimiliki oleh kota kecil dengan jumlah penduduk hampir sembilan puluh ribu berdasarkan data statistik BPS tahun 2018.      Warga Nahdlatu Ulama’ banyak jumlahnya di sini. Kegiatan majelis taklim, istighotsah, sholawatan dan pengajian kecil maupun berskala besar sangat mudah ditemukan di sini. Sholawat Gus Shon itu sangat sering digelar di sini. Belum lagi kegiatan-kegiatan besar yang lakukan oleh pondok Ngunut bersama cabang-cabangnya seperti ...

Masjid dan yang memakmurkannya

Gambar
Pagi itu ada tamu dari saudara yang menjadi takmir masjid kakek kami   sementara peserta sholat Jumat lebih dariku bahkan mungkin ada wali mastur yang tidak di ketahui oleh yang lain. Tetapi jika amanah telah datang, maka bismillah dengan niatan mencari ridho Alloh swt dan niatan ndandani awak, akhirnya aku terima (dengan hati menangis...) Haji Usman tempat ibuku dulu di besarkan. Dia meminta saya untuk menjadi salah satu petugas Jumat menggantikan kakak saya yang fokus pada masjidnya. Disini aku merasa tidak enak hati, karena mesthinya Imam Jumat itu adalah orang yang bersih, suci dan putih cemerlang. Sementara aku? Masih banyak diliputi dosa baik yang kasat mata maupun dosa akibat kebodohan diri sehingga berlaku suul adab dengan Tuhan. Hanya karena Alloh SWT mempunyai sifat Al Ghoffar, Yang Maha Menutupi, sehingga aib-aib hambanya di tutupi dengan kemahasucian dan kasih sayang-Nya. Saya merasa kecil sekali dan tidak ada artinya apa-apa, Ada joke dari teman teman bahw...

Pendekar itupun menangis

Gambar
           Mas Obeth, demikian kami menyebut anakku yang kedua itu. Sekarang dia di pesantren setelah mengenyam pendidikannya di MI selama enam tahun. Dia dikenal sebagai laki-laki kuat yang punya fisik bagus, terbukti dia banyak dikirim madrasahnya untuk mengikuti perlombaan yang bersifat fisik. Dia pernah memenangkan lomba lari Gala Desa tingkat Kabupaten yang di selenggarakan di awal memasuki kelas enam.   Tubuhnya berkembang lebih kuat karena mendpat pembinaan pencak silat di madrasahnya. Dan latihan ini juga yang menjadikan dia memperoleh piala juara satu pencak silat di kelasnya dalam rangka Hari Santri Nasional yang dilaksanakan di kecamatan Campurdarat Tulungagung .            Menghantarkan dia sampai disini saja perasaan ini dipenuhi dengan penuh kekhawatiran dan kecemasan karena pengaruh lingkungan serta gadget yang semakin akrab setiap harinya. Kami bersyukur ...