Najwa & Hagia Shopia
Hari ini, 13 Juli 2020 tiba-tiba adalah chat masuk dari toko
optik yang menyampaikan ucapan selamat ulang tahun untuk anak pertamaku, Najwa.
Tak terasa ia telah menapaki usia dewasa di tahun ke tujuh belas dari kelahirannya.
Dia tumbuh menjadi anak gadis yang ceria menyenangkan dan selalu tidak kuasa
menahan senyum manisnya dalam setiap foto yang di lakukan. Semangat belajarnya kuat
nampak dari kecil terutama ketika dia “membantu” pekerjaan ayahnya yang tukang cat.
Dia meminta kuasku dan aku sediakan cat untuk dia bikin kreasi semaunya. Ada yang
menarik dari goresannya adalah dia menuliskan huruf E besar dengan beberapa
model. Ada yang garis mendatarnya dua garis ada yang tiga bahkan ada yang lima.
Ketika saya tanya kenapa kok gak sama garis
datarnya, dia menjawab di luar dugaan bahwa hal itu disesuaikan dengan
kelasnya, jika kelas dua garisnya dua dan seterusnya. Hmmm... Allahu yarham
Kini anakku telah kelas dua Sekolah Menengah Atas, dia sudah
banyak berfikir kedepan tentang pendidikan dan cita-citanya. Beberapa waktu
lalu setelah dia harus saya jemput pulang dari pesantrennya akibat pandemi
covid yang juga melanda di kabupaten tempat pesantrennya berada, dia berbincang
lama denganku tentang itu. Dia pernah menyampaikan keinginan kuatnya untuk bisa
untuk bisa melanjutkan pendidikannya di Turki. Sebuah negara yang bagi kami
hanya ada dalam buku-buku sejarah, bahkan orang sekitarku saja sedikit sekali
berbicara tentang itu. Saya mengenal negeri ini penghasil ulama khatthath
handal yang karyanya sangat di kagumi para seniman kaligrafi sampai saat ini.
Nampak begitu semangat dia menceritakan hal itu, saya hanya
bisa menatap matanya yang berbinar-binar ketika menceritakan hal itu dan senyum
manisnya yang terus mengembang mengiringi angan-angannya yang telah pergi mendahului
jasadnya ke negeri impian itu. Dia banyak mengenal negeri itu dari temanya yang
lebih dahulu mengenyam pendidikan disana, juga cerita guru-gurunya yang juga memang
banyak yang berasal dari Turki. Dan masjid Hagia Shopia adalah salah satu
tempat yang juga menjadi impiannya untuk dia kunjungi. Dia ingin menyaksikan peninggalan kejayaan
Islam masa lampau atas penaklukan Konstatinopel oleh Muhammad al Fatih tersebut.
Sebagaimana tradisi dari Turki Ustmani dalam sebuah penaklukan maka tempat ibadah
terpenting di kota tersebut dijadikan masjid untuk pusat kegiatan umat Islam
selanjutnya. Makanya tidak heran jika dalam yang pernah masuk disana akan di suguhi
ornamen Islam dengan kaligrafi Tsuluts yang indah bahkan dengan kaedah yang
sempurna. Akan tetapi di sampingnya juga ada foto bunda Maria yang sedang
menggendong bayi.
Tentu sebagai orang tua hanya bisa berdoa dan berharap agar
apa yang menjadi cita-citanya dapat terkabulkan. Dan sebagai seorang ayah tentu
akan selalu mendukung apapun yang dilakukan anak selagi untuk kepentingan masa
depannya dan tentu masa depan orangtuanya di akhirat kelak. Karena bagi saya,
dalam mencari ilmu itu tidak penting nanti anak akan menjadi apa atau dapat posisi
apa saja. Karena Alloh SWT akan menempatkan seseorang sesuai dengan kepantasan
yang ada pada dirinya. Ada pepatah
mengatakanكل شيء ياءتي في الوقت
الذي يراه الله مناسبا لنا (semua akan tiba masanya ketika Allah SWT
menganggapnya pantas untuk kita ). Jadi dianugerahi anak di pesantren saja itu sungguh luar biasa.
Sanah helwah anakku, semoga Alloh SWT memberikan keberkahan padamu dan memudahkan jalanmu untuk mencapai cita-citamu. Aamin
Sanah helwah anakku, semoga Alloh SWT memberikan keberkahan padamu dan memudahkan jalanmu untuk mencapai cita-citamu. Aamin

Sanah helwah. Insyaallah cita-citanya terwujud.
BalasHapusAamiin...
BalasHapusMabruk Mabruk mabruk
BalasHapusبارك الله في عمرك
BalasHapusامين يا مجيب الدعوات
Aamiin...
BalasHapus