Mengambil pelajaran dari tukang cat
Dia adalah tetangga saya, seorang pekerja keras dengan
seorang istri dan seorang anak laki-laki seumuran kuliah. Hari ini beliau di
peringati empat puluh hari kematiannya denga mengundang jamiyah Khotmil Qur'an
kami untuk ikut mendoakan agar diampuni dosanya dan di terima amal baiknya.
Dalam perjalanan kehidupannya, dia di jalankan oleh Alloh
swt menjadi pekerja bagian pengecatan di pabrik logam yang terbilang besar di
kecamatan kami. Dilihat dari hasil
karyanya nampak kehalusan dan ketelitian dalam pengerjaannya. Rumah yang di tinggalkan
nya tempat kami khataman al Quran hari ini adalah hasil karya tangan tangan
terampilnya.
Namun sayang Alloh swt memanggilnya di usia yang masih
produktif untuk berkarya. Karena ada penyakit dalam yang akibat menghirup cat
dalam jangka waktu yang cukup lama. Di akhir hidupnya, dia harus bolak balik ke
rumah sakit untuk diberikan perawatan secara intensif karena penyakitnya
tersebut.Selama dua tahun terakhir harus opname sebanyak dua puluh tujuh kali
agar nyawanya dapat tertolong. Namun taqdir telah menentukan lain.
Kenapa hal ini terjadi?
Jika di runut dari perjalanan hidupnya, berdasarkan penuturan
tetangganya, hal itu terjadi karena
kurangnya memperhatikan perlindungan diri selama bekerja. Dalam melakukan
pengecatan dia tidak mau pakai maske. Karena memakai masker memang terasa risih
dan pengap tetapi jika memikirkan resiko akibat penumpukan cat yang campur
udara yang di hirup dan menempel pada kangker, maka mestinya hal itu dapat
dihindari. Saya juga melihat masih banyak orang-orang berfikiran sederhana
seperti ini. Karena merasa dirinya masih sehat, kuat dan tidak ada gejala
apa-apa maka meremehkan hal ini.
Kesehatan kita adala kita sendiri yang menjaga dan
memperhatikan, meskipun kita punya anak istri maupun pembantu sekalipun. Menjaga
kesehatan ini telah di amanah Tuhan karena kita telah di menanda tangani statuta
kita sebagai makhluk Tuhan yang menjaga alam semesta ini yang termasuk di
dalamnya adalah tubuh kita. Maka secara hukum fiqh sekalipun menyakitai diri
sendiri atau melakukan hal yang dapat merusak tubuh ini haram hukumnya. Tatto
itu haram karena bentuk perlakukan mendzalimi diri sendiri. Selain merubah ciptaan
Allah berupa tubuh yang sempurna ini juga karena adanya faktor menyakiti diri.
Semoga kita mengerti apa yang dibutuhkan tubuh kita, sehingga
jasad ini awet dalam menemani kita beribadah kepadaNYa. Dan inilah
pertanggungjawaban dari apa yang telah diamanahkan kepada kita.
Di tulis sembari menunggu giliran baca, semoga Alloh SWT
mengampuni.

Banyak diantaranya yang memang tidak mengerti dan baru sadar setelah semua terlambat...
BalasHapusjaga sehatmu sebelum sakitmu...
BalasHapusPanjengan jg berkecimpung dg cat, harus protokol lo
BalasHapusCat khot...
BalasHapusNjenengan juga bersahabatcdg cat, mska hrs protokol kesehatam, he he
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus