Besarnya pahala orang yang sabar atas kejelekan orang lain terhadapnya

اَلحَمْدُ
لِلّهِ الوَاحِدِ القَهَّارِ، الرَحِيْمِ الغَفَّارِ، أَحْمَدُهُ تَعَالَى عَلَى
فَضْلِهِ المِدْرَارِ، وَأَشْكُرُهُ عَلَى نِعَمِهِ الغِزَارِ، وَأَشْهَدُ أَنْ
لَّا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ العَزِيْزُ الجَبَّارُ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ المُصْطَفَى
المُخْتَار، صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ الطَيِّبِيْنَ
الأَطْهَار، وَإِخْوَنِهِ الأَبْرَارِ، وَأَصْحَابُهُ الأَخْيَارِ، وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ مَا تُعَاقِبُ اللَيْلَ وَالنَّهَار، أما بعد،
فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ
إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ
الْكَرِيْمِ: وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا
وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ
قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
Hadirin Jama’ah Jum’at
rahimakumulloh
Marilah kita tingkatkan
taqwa kita kepada Allah SWT, meskipun sering gagal dan tidak istiqomah tetapi
kita harus bangkit lagi dan terus berharap kepada Allah SWT semoga kita di
akhir kehidupan ini kita senantiasa di golongkan orang muttaqien yang mendapatkan
maghfirah Allah SWT.
Hadirin
Jama’ah Jum’at rahimakumulloh
Dalam kehidupan ini kita
harus menyiapkan diri dengan hati yang lapang ketika kita berinteraksi dengan
sesama manusia. Tidak mudah tersinggung dengan perkataan orang apalagi marah
terhadap perlakuan mereka. Karena sudah sunnatullah bahwa kita adalah makhluq
sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Semua pasti butuh orang lain untuk
memenuhi kebutuhan kita sendiri.
Untuk itu kita harus berabar
menghadapi orang lain yag cara berfikir, gaya berbicara serta tingkah laku
kadang membuat hati ini sakit. Jangankan dengan orang lain, dengan keluarga
kita saja sering kali kita harus menahan sakit hati karena kata atau
perbuatanya yang tidak menyenangkan. Bahkan istri yang tingkah lakunya banyak
membuat suaminya harus mengelus dada. Maka ada orang yang diangkat menjadi wali
Allah SWT bukan karena amalnya yang hebat, akan tetapi karena dia sabar atas
perilaku istrinya.
Hadirin
Jama’ah Jum’at rahimakumulloh
Kita diciptakan Allah swt
ini sebagai kholifatullah fil ardh yang
harus hidup berdampingan dengan yang lain. Menghadapi kebersamaan ini kita
harus sabar dan saling menghargai agar tercipta kenyamanan hidupnya serta keberlangsungan
perjuangan Islam didaerahnya. Nabi Muhammad SAW bersabda :
المؤمنُ الذي يُخَالِطُ الناسَ ويَصْبِرُ
على أَذَاهُمْ ، خيرٌ مِنَ الذي لا يُخَالِطُ الناسَ ، ولا يَصْبِرُ على أَذَاهُمْ
“Orang yang beriman, yang ia berbaur
(berinteraksi) dengan manusia dan bersabar atas perbuatan buruk mereka, lebih
besar pahalanya daripada seorang yang beriman, yang tak berbaur (berinteraksi)
dengan manusia dan tidak sabar atas tindakan buruk mereka.”
(HR.
At-Tirmizi no. 2507
Meskipun
hal ini berat, tetapi inilah amalan yang tinggi derajatnya. Sehingga butuh
kesabaran yang berlipat untuk menghadapinya.
Hadirin
Jama’ah Jum’at rahimakumulloh
Rosulullah
adalah orang yang sempurna yang diciptakan Allah SWT di dunia untuk membimbing
kita. Akan tetapi bagaimana perlakuan umatnya terhadap beliau? Apakah semua
tunduk dan menurut terhadap apa yang beliau katakan? Tentu tidak jawabnya.
Bagaimana
nabi menghadapi permintaan aneh-aneh dari umatnya yang menanyakan tentang
keabsahan kenabiannya. Nabi diminta naik ke langit dan kemudian turun di kawal
Malaikat dan Allah SWT untuk memaklumatkan kenabiannya. Beliau juga diminta
untuk merubah kota Makkah yang tandus menjadi negara yang makmur. Bahkan ada
yang meminta untuk membuktikan kenabiannya maka diminta peduduk dimatikan semua
dan tinggal Nabi saja yang hidup.
Maka
nabi berjanji dalam hatinya bahwa dia akan sabar sebagaimana kesabaran nabi
Musa, beliau bersabda:
لقد أوذي
موسى بأكثر من هذا ، فصبر
" .
Sungguh
Nabi Musa telah disakiti lebih dari ini (yang dilakukan umat Rasulullah terhadapnya)
maka bersabar
Hadirin Jama’ah Jum’at
rahimakumulloh
Untuk
taqorrub dateng Allah swt niku tidak cukup mengandalkan amalan-amalan ibadah
mawon. Maka wonten teks-teks hadits yang amalan yang berat dan tinggi nilainya
dihadapan Allah SWT bukan cuma ibadah-ibadah seperti sholat, puasa, haji,
wiridan dan lain-lainya. Akan tetapi bersabar dengan perlakuan jelek orang lain
terhadap kita sehingga kita kecewa terhadap orang terssebut. Maka jika kita
bersabar terhadap hal itu menjadi amalan yang yang bisa mendekatkan diri kita
kepada Allah swt. Nabi bersabda
احد
جرأة احب الى الله من جرأة غيض يتجرأها رجل ما تجرأ
Tidak
ada minuman yang paling di cintai Allah kecuali menelan kekecewaan.
Menghadapi
kekecewaan terhadap orang lain memang menyakitkan. Hal ini sulit kita hadapi
ketika kita berharapnya kepada makhluk. Akan tetapi jika memandang bahwa segala
sesuatu dari Allah dan telah dijalankan oleh-Nya maka akan menjadi mudah bagi
kita untuk menerimanya. Maka yang disebut Allah swt sebagai orang baik itu tidak
cuma wiridan dan sejenisnyan, meskipun itu baik, akan tetapi tidak dapat
menjadi perilaku sosial. Coba tengok bagaimana Allah swt menjelaskan orang baik
itu di dalam firman-Nya.
ٱلَّذِينَ
يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ
ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ
يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ
Arti: (yaitu) orang-orang yang
menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang
yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang
yang berbuat kebajikan.
Dari
ayat menjelaskan bagai orang mudah memaafkan atas kekecewaan yang dilakukan
orang lain terhadapnya. Tidak menjadi pendendam dan menganggap hal itu telah di
taqdirkan oleh Allah. Dan banyak dari barokahnya menahan diri dari kekecewaan
orang lain ini menghantarkan orang menjadi wali Alloh swt.
Hadirin Jama’ah Jum’at
rahimakumulloh
Hidup didunia ini tentu
tidak bisa lepas dari masalah, akan tetapi bagaimana masalah ini dapat
menjadikan kita dapat mendekatkan diri kepada Alloh swt. Islam bisa berkembang
seperti ini adalah barokahnya para wali karena menahan diri (ngempet) dari
berbagai kekecewaan. Karena kecewa
tetapi tetap berkumpul dengan orang lain akan tetap lebih mulia daripada dngan
sendirian.
Bagaimana kisah Sayyid Ali
Zainal Abidin, putra Sayyid Husein putra Imam Ali ra yang sangat kecewa dengan
musuh-musuh bapaknya. Karena ayahnya dibantai di Karbala. Di cabik-cabik
tubuhnya dipotong kepalanya oleh musuh. Akan tetapi dia pendam kekecewaan itu
di dalam relung hatinya. Bahkan dia makmum dengan orang-orang yang menjadi
musuh ayahnya. Ketika di protes oleh santrinya Aku itu mengikuti Nabi saw yang
boleh makmum dengan orang fajir sekalipun.
Demikian sayyid Ali tidak
balas dendam, tidak terjun ke politik untuk menuntut balas pada pembunuh
ayahnya, akan tetapi di lebih fokus pada pendidikan, mengajar ilmu-ilmu Allah
swt maka barokahnya ilmu itu berkembang sampai sekarang.
Itulah makanya tirakat
terberat itu bukan cuma sholat haji puasa dan lain sebagainya, akan tetapi
menahan diri untuk bisa memaafkan kepada yang lain dan terus hidup berdampingan
kepada mereka demi kemajuan dan kamaslahatan umat Islam dan perkembangan Islam.
Hadirin Jama’ah Jum’at
rahimakumulloh
Semoga kita senantiasa di
berikan hati lapang dalam bergaul dengan sesama, saling menjaga demi
kemaslahatan bersama dan keberlangsungan perjuangan Islam di masa yang akan
datang. amin
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم
ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات و الذكر الحكيم أقول قولي هذا وأستغفر الله لي
ولكم إنه تعالى جواد كريم ملك رؤوف رحيم إنه هو السميع العليم
Khutbah tsani
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ
تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ
لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى
إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ
وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ
فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ
ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ
النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى
آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ
وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان
وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ
لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا
أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ
لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ
مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ
الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ
نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ
وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ
وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا
بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ
عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى
اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ
لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ
! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى
عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا
اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ
اللهِ أَكْبَرْ
Komentar
Posting Komentar