Ngopi bisa masuk Surga
Ngopi adalah istilah orang Jawa dalam menyebut orang yang minum kopi. Kegiatan yang istiqomah setiap pagi kami lakukan ini adalah hal sepele dan mungkin tidak terlalu penting bagi yang lain. Tapi ternyata dengan ngopi turut mencerahkan pagi dalam menemani sinar pagi yang memang telah memancarkan sinar rahmatNya.
Apalagi ketika anak anak semua pulang dari pesantren nya. Komplit, ramai dan pasti seru. Karena berebut kopi dalam cangkir yang sama. Di tambah lagi berebut cium pipi sang Abi...
Itulah keseruan banyak kelurga muslim yang sangat di benci oleh Syetan. Setan sakit hati melihat orang mukmin yang senang dengan perkara halal. Dalam kitab Ka'bul Akbar disebutkan bahwa Setan berkata : Tidak ada memecahkan punggung saya kecuali farahul mukmin bil halal (senang nya orang mukmin dengan sesuatu yang halal)
Allah amat ridho melihat hamba-hambaNya menyukai dengan yang di halalkan-Nya. Seperti kita ngopi sambil bercengkerama dengan keluarga, ndabul (ngobrol) dengan teman atau tetangga asal tidak ghibah maka itu masih dalam rangka beribadah. Kenapa demikian? Karena memang kita di ciptakan hanya untuk beribadah saja, bukan yang lain. Jadi ibadah itu tidak hanya sholat, zakat, puasa saja tetapi bisa bentuk lain selama tidak melanggar aturan Alloh SWT. Seringkali kita lupakan bahwa definisi orang bertaqwa adalah meninggalkan larangan-Nya.
Maka banyak ulama yang sangat menggemari kopi untuk menemani dalam bermunajat dengan Sang Maha Pecinta. Gus Baha' misalnya, seringkali beliau ketika bangun malam seringkali tidak langsung sholat dan munajat. Tetapi nyeduh kopi dulu, sambil leyeh-leyeh menikmati rahmat Tuhan yang begitu luas dikala waktu yang paling di senangi.
Karena ketika kita ingat Tuhan waktu kita senang maka itu sangat kerendan berharga. Karena di saat kita sehat (waktu ikhtiyari), kondisi masih dalam kendali kita, kita masih mengingat Tuhan. Padahal bisa saja kita ingat hal duniawi lain.
Berbeda ketika kita mengingat Tuhan waktu tua, atau sakit-sakitan, teman mulai banyak yang meninggalkan, anak istri sudah tidak nurut lagi. Meskipun mungkin Tidak dengat sifat Rahman-Nya akan menerima amalnya, akan tetapi lebih keren apabila waktu sehat kita.
Makanya, selagi masih berani ngopi, tidak ada pengaruh dengan perut maka ayo di sruput kopine
Komar el Khat, 2 september 2021

Komentar
Posting Komentar